Dari penyambungan Telex 111, aku dapat kenalan namanya Anis, pegawai salah satu departemen di Jakarta. Aku kenalkan dia ke teman-temanku, Mr Jo, Aceng & Wisnu.
Dari ketiga orang tersebut, yang mengaku pernah ke rumahnya adalah Wisnu, teman kampungku yang kebetulan kerja di Jakarta saat itu.
Suatu saat, aku dan Aceng masuk shift Sabtu siang (kami shift di sentral telepon).
Iseng-iseng, kami telpon Anis (kalau Sabtu relatif agak sedikit pekerjaan).
Dan, kebetulan dia cerita kalau telepon rumahnya ringingnya nggak bisa bunyi musiknya (jaman dulu, ringing musik sudah top markotop dah ....).
Kami jawab, "Wah ... kalau itu Mr Jo yang jago".
"Oh iya ..???, dia ada di sini lho?".
Ha, kami terkejut dan tertawa tergelak-gelak.
Ternyata saat kami masuk, ada yang 'mencari mangsa' nggak ngajak-ngajak.
Dan Mr. Jo pun (mungkin) malu juga ketahuan .......
Lain halnya dengan Aceng.
Suatu hari, aku telpon Anis, cerita ini-itu.
Dia bilang, kalau Aceng pernah ke rumahnya 2x.
Nah, aku tanya Aceng, "Ceng, Anis cakep nggak?"
Dia jawab, "Nggak tahu, belum pernah ketemu."
"Ah ... jangan bohong, Anis barusan cerita kalau kau penah 2x ke rumahnya".
He he he ..... ketahuan semua.
Yang belum beruntung aku, kenal duluan, tapi nggak pernah ketemuan.
03 Februari 2009
Cewek 4 - Kenalan dunia maya
Tahun 92-an, dunia maya internet belum ngetrend.
Saat OJT di Indosat, aku magang di sentral Telex, sebelumnya di Penyambungan Telex 111.
Sentral Telex, itu sentralnya, Penyambungan Telex, itu operator penyambungan untuk telex dan juga untuk layanan informasi ke pelanggan telex.
Siang itu, aku call (via mesin telex mestinya, dg ID yang aku sembunyikan) ke 111 (telex juga lho).
Yang menerima adalah Eko, teman kost sekamarku (maklum, siswa magang pasti dikasih pekerjaan).
Aku mengaku dari salah satu perusahaan di Jl Setiabudi Semarang, dan tentu saja ... aku ngaku kalau gadis dong. Dengan antusias, temanku bertanya tentang tempat tinggal, aku jawab, Ngesrep ... wah, tambah semangat dia, karena memang kami alumni Politeknik Undip, nggak jauh dari Ngesrep.
Asiklah pembicaraannya (pake telex ....).
Malamnya, temanku ini cerita kalau mendapat kenalan baru, cewek, dari Semarang.
Saya tanya, dimana tinggalnya? "Ngesrep", jawabnya.
Senang sekali temanku ini, dengan semangat, dia ceritakan semua pembicaraan via telex tadi siang.
(Dalam hatiku aku tertawa....... jangan tiru aku ya teman-teman)
Saat OJT di Indosat, aku magang di sentral Telex, sebelumnya di Penyambungan Telex 111.
Sentral Telex, itu sentralnya, Penyambungan Telex, itu operator penyambungan untuk telex dan juga untuk layanan informasi ke pelanggan telex.
Siang itu, aku call (via mesin telex mestinya, dg ID yang aku sembunyikan) ke 111 (telex juga lho).
Yang menerima adalah Eko, teman kost sekamarku (maklum, siswa magang pasti dikasih pekerjaan).
Aku mengaku dari salah satu perusahaan di Jl Setiabudi Semarang, dan tentu saja ... aku ngaku kalau gadis dong. Dengan antusias, temanku bertanya tentang tempat tinggal, aku jawab, Ngesrep ... wah, tambah semangat dia, karena memang kami alumni Politeknik Undip, nggak jauh dari Ngesrep.
Asiklah pembicaraannya (pake telex ....).
Malamnya, temanku ini cerita kalau mendapat kenalan baru, cewek, dari Semarang.
Saya tanya, dimana tinggalnya? "Ngesrep", jawabnya.
Senang sekali temanku ini, dengan semangat, dia ceritakan semua pembicaraan via telex tadi siang.
(Dalam hatiku aku tertawa....... jangan tiru aku ya teman-teman)
28 Januari 2009
Cewek 3 - Kenalan
Suatu siang, saya dan Irawan (teman, salah satu vendor) ingin ke lantai 5 tempat operator.
Ada sedikit masalah teknik yang harus diselesaikan di sana.
Di lift, kami bersama seorang cewek.
Namanya bujang, dia kasih kode ke saya, mau tanya namanya siapa cewek itu.
Daripada basa-basi keburu lift menuju tujuan, langsung saja saya ngomong.
"mBak, kenalkan, teman saya".
"Irawan", kata temanku sambil berjabat tangan.
Namun Si mBak nggak menyebut nama, hanya menyambut jabat tangan sambil tersenyum.
Sesampai di lantai 5, temanku bertanya, "Har, tadi namanya siapa?".
"Aku tidak tahu", aku jawab santai.
"Sialan, kau belum kenal juga?", tanyanya.
"Belum", aku jawab sambil tertawa.
Ada sedikit masalah teknik yang harus diselesaikan di sana.
Di lift, kami bersama seorang cewek.
Namanya bujang, dia kasih kode ke saya, mau tanya namanya siapa cewek itu.
Daripada basa-basi keburu lift menuju tujuan, langsung saja saya ngomong.
"mBak, kenalkan, teman saya".
"Irawan", kata temanku sambil berjabat tangan.
Namun Si mBak nggak menyebut nama, hanya menyambut jabat tangan sambil tersenyum.
Sesampai di lantai 5, temanku bertanya, "Har, tadi namanya siapa?".
"Aku tidak tahu", aku jawab santai.
"Sialan, kau belum kenal juga?", tanyanya.
"Belum", aku jawab sambil tertawa.
Cewek 2 - Beraninya cuma pake surat
Temanku, Sri naksir Yaya, adik kelas kuliah kami.
Kost mereka berseberangan jalan kampung di Tembalang.
Sering temanku menulis surat tanda naksir ke Yaya (kan belum ada sms waktu itu).
Suatu saat, saya kompori temanku itu, "Kau ini, kost dekat saja lho, mbok ya ngomong saja. Ngapain pakai surat?. Langsung saja ngomong."
Dia ragu-ragu, dengan berbagai alasan.
Beberapa hari kemudian, dia marah-marah ke saya, "Har, kau ini bikin malu aku saja".
Saya kaget, "Memang kenapa?", saya tanya dia.
"Aku sudah bikin ke Yaya", katanya.
"Trus kenapa?". saya minta penjelasan.
"Aku ditolak", jawabnya.
Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
Saya jawab kemudian "Kalau ditolak cewek, ya sudah, nanti cari lagi yang mau saja".
Kasihan .... tapi lucu ekspresinya.
Kost mereka berseberangan jalan kampung di Tembalang.
Sering temanku menulis surat tanda naksir ke Yaya (kan belum ada sms waktu itu).
Suatu saat, saya kompori temanku itu, "Kau ini, kost dekat saja lho, mbok ya ngomong saja. Ngapain pakai surat?. Langsung saja ngomong."
Dia ragu-ragu, dengan berbagai alasan.
Beberapa hari kemudian, dia marah-marah ke saya, "Har, kau ini bikin malu aku saja".
Saya kaget, "Memang kenapa?", saya tanya dia.
"Aku sudah bikin ke Yaya", katanya.
"Trus kenapa?". saya minta penjelasan.
"Aku ditolak", jawabnya.
Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
Saya jawab kemudian "Kalau ditolak cewek, ya sudah, nanti cari lagi yang mau saja".
Kasihan .... tapi lucu ekspresinya.
Cewek 1 - Terlanjur
Tidak seperti biasanya yang selalu apes, waktu itu saya mendapatkan teman duduk bis Solo-Semarang gadis (mestinya sih ....) manis berambut lurus panjang sehabis pulang kampung.
Basa-basi, kami bercakap-cakap.
Saya tanya, "Dari mana asalnya mBak?". "Dari Klaten", jawabnya.
"Klatennya mana?", saya kejar dia. "Trucuk", dijawab.
"Ini mau ke mana?", terus aku cecar. "Ke Semarang".
"Turun di mana?", nggak lelah aku tanya. "Di BRI Jatingaleh", dia jawab.
Diapun bertanya, "Lha Mas mau turun mana?".
Aku jawab, "Sama, Jatingaleh".
Kali ini, aku memaksa untuk turun di Jatingaleh supaya kalau turun nanti bisa kenalan lebih jauh. Padahal biasanya saya turun di Srondol.
Setelah masuk toll Bukitsari (toll masuk Semarang dari Selatan), bis keluar di Jatingaleh.
Saya siap-siap turun di BRI Jatingaleh, dan segera turun setelah sampai.
Lha ... kok Si mBak nggak ikut turun, padahal aku turun persis di depan BRI Jatingaleh.
Apes ......
Mestinya aku tanya nama, alamatnya waktu di bis tadi.
Basa-basi, kami bercakap-cakap.
Saya tanya, "Dari mana asalnya mBak?". "Dari Klaten", jawabnya.
"Klatennya mana?", saya kejar dia. "Trucuk", dijawab.
"Ini mau ke mana?", terus aku cecar. "Ke Semarang".
"Turun di mana?", nggak lelah aku tanya. "Di BRI Jatingaleh", dia jawab.
Diapun bertanya, "Lha Mas mau turun mana?".
Aku jawab, "Sama, Jatingaleh".
Kali ini, aku memaksa untuk turun di Jatingaleh supaya kalau turun nanti bisa kenalan lebih jauh. Padahal biasanya saya turun di Srondol.
Setelah masuk toll Bukitsari (toll masuk Semarang dari Selatan), bis keluar di Jatingaleh.
Saya siap-siap turun di BRI Jatingaleh, dan segera turun setelah sampai.
Lha ... kok Si mBak nggak ikut turun, padahal aku turun persis di depan BRI Jatingaleh.
Apes ......
Mestinya aku tanya nama, alamatnya waktu di bis tadi.
23 Januari 2009
Saat Kerja 5 - Pulang duluan
Kami pernah punya Boss, yang selalu mengecek absen datang dengan absen manual, tanda tangan, walaupun sudah ada absen gesek.
Temanku yang kurang beruntung, saat terlambat, ditulis di absen tersebut "Datang terlambat" dengan tinta merah.
Suatu saat, kebiasaan Bossku tersebut adalah pulang sore mengejar kereta yang ke luar kota. Biasa, penggemar SDSB (sekali datang setor banyak), kalau Jumat harus segera pulang.
Nah, temanku tahu, kalau Pak Boss pulang, kemudia di absennya dia tulis "Pulang duluan".
Hari Senin, Pak Boss marah-marah, mencari tahu siapa yang menulisi absennya.
Tidak ada yang mau mengaku, walaupun kami semua tahu.
:-)
Temanku yang kurang beruntung, saat terlambat, ditulis di absen tersebut "Datang terlambat" dengan tinta merah.
Suatu saat, kebiasaan Bossku tersebut adalah pulang sore mengejar kereta yang ke luar kota. Biasa, penggemar SDSB (sekali datang setor banyak), kalau Jumat harus segera pulang.
Nah, temanku tahu, kalau Pak Boss pulang, kemudia di absennya dia tulis "Pulang duluan".
Hari Senin, Pak Boss marah-marah, mencari tahu siapa yang menulisi absennya.
Tidak ada yang mau mengaku, walaupun kami semua tahu.
:-)
Saat Kerja 4 - Yakinlah walaupun salah
Mas Teguh, waktu itu membawa tamu-tamu S2 dan dibawa ke ruang O&M.
Aku sedang melakukan perbaikan lain yang selalu error dengan Kang Opik yang asli Sunda, tidak jauh dari Mas Teguh yang menerangkan ke tamu-tamu.
Ketika ada penjelasannya salah dari Mas Teguh ke tamu-tamunya, aku bilang ke Kang Opik "Kang, itu penjelasannya salah".
Kang Opik menjawab, "Har, pelajaran pertama adalah, 'YAKINLAH WALAUPUN SALAH'".
Dan memang benar, Mas Teguh selalu tampil percaya diri, sehingga sekarang (saat saya tulis ini) menjadi Boss (KaCab) di Yogya.
Aku sedang melakukan perbaikan lain yang selalu error dengan Kang Opik yang asli Sunda, tidak jauh dari Mas Teguh yang menerangkan ke tamu-tamu.
Ketika ada penjelasannya salah dari Mas Teguh ke tamu-tamunya, aku bilang ke Kang Opik "Kang, itu penjelasannya salah".
Kang Opik menjawab, "Har, pelajaran pertama adalah, 'YAKINLAH WALAUPUN SALAH'".
Dan memang benar, Mas Teguh selalu tampil percaya diri, sehingga sekarang (saat saya tulis ini) menjadi Boss (KaCab) di Yogya.
Langganan:
Postingan (Atom)
